Batas kesunyian
Pukul tiga pagi tadi.
Aku Sudah mulai terbangun.
Menunggu kawan agar datang.
Tak hanya rebahan saja.
Padahal tadi Sudah ku kabari.
Mengapa harus cepat begini.
Keburu ia hilang lagi.
Namun apa yang terjadi.
Waktu yang Sudah ditentukan.
Sampai kini sungguh mengecewakan.
Kawan Tak kunjung datang.
Sebentar lagi batas kesunyian.
Dari sisi arah timur.
Mentari telah menampakkan sinarnya.
Aku masih tak percaya.
Kawan satu ini membohongi.
Komentar
Posting Komentar